NEO IN STYLE: Keunggulan Karya Desainer Indonesia Yang Beraneka Ragam

Bicara tentang fashion di Era Modern seperti saat ini, product Ready to Wear atau pakaian jadi, adalah salah satu komoditi sektor fashion yang sangat potensial dalam mengembangkan industri fashion di tanah air. Saat ini fashion sudah menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat dalam menunjang penampilanya sehari-hari.

Berbekal pentingnya segmen fashion, Central Park dan Neo Soho berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC), dan sekaligus memperingati ulang tahun pertama Neo Soho menggelar acara "Neo In Style" dengan tujuan untuk menjaga identitas sebagai Newest Lifestyle Destination, untuk lebih mengenal dan menyampaikan apa keunggulan serta keragaman ready to wear karya desainer Indonesia, selain juga untuk mengarahkan para desainer dan entrepreneur produk ready to wear dalam meningkatkan potensi dengan memperkuat kreativitas, kualitas dan pondasi bisnis agar dapat bersaing di pasar global.


Neo in style merupakan salah satu wadah yang dihadirkan Neo soho untuk mendukung produk dari desainer tanah air. Kini sangat diperlukan peran para desainer muda sebagai generasi penerus dalam memperkuat lini ready to wear yang mampu mengangkat inspirasi yang berbeda dari negara manapun.

Neo in style memberikan kesempatan bagi desainer muda Indonesia mempersiapkan dan memperkut lini ready to wear agar bisa lebih mengembangkan bisnis retailnya, sehingga negara kita tak hanya menjadi sasaran empuk dari serbuan produk ready to wear asing, tapi bisa mengambil peluang pangsa pasar di industri fashion secara global.

Saya sendiri sangat bangga bisa turut menyaksikan panggung runaway Neo In Style yag merupakan satu platform bagi makeover dalam menghadirkan beragam trend dan kreasi look makeup terbaru dengan mengangkat tema urban yang merupakan bagian jati dirimake over yang sejalan dengan konsep ready to wear fashion rancangan dari sekolah mode LPTB Susan Budihardjo, dan para desainer Indonesia lainya, yaitu Terbuai by Phangsanny, Ali Charisma, Reborn29 by Syukriah, Nafil Apim, Mozza by Feby Ayusta, Aldre, Khanaan, Yunita Koasih, Belinda Ameliyah, dan Yon Yulizar.

Bagaimana hasil rancangan yang mereka tampilkan di panggung catwalk?

Susan Budihardjo (Lembaga Pengajaran Tata Busana)
Lembaga Pengajaran Tata Busana antusias mengambil bagian dalam lomba merancang busana yang diselenggarakan oleh produk minuman bervitamin UC1000, dalam rangka menjaring bibit-bibit baru perancang busana muda demi mengembangkan dunia mode di tanah Air.
Telah terpilih 10 kontestan terbaik yang mewakili lima sekolah mode, termasuk LPTB susan Budihardjo. 
LPTB Susan Budihardjo menampilkan 10 koleksi, dengan mengambil tema WATER, tercerin dalam sepuluh busana yang bergaris ringkas dan bersih, diolah dari bahan scuba dan plastik transparant dengan ujung baju tidak dijahit, dalam warna navy blue. Cat yang ditorehkan diatas busana menjadi penguat ide awal.

10 Desainer yang mempresentasikan karyanya, bertema:
  1. Fattahdilla Mezzaya : Shower
  2. Rania Salsabila : Blau Rotasion
  3. Shelina Tenata : Water
  4. Andri Sutami : Jakarta Water City
  5. Imme Kristiani: The Anomali
  6. Sandra Christina (Surabaya) : Mare
  7. Agied Derta (Semarang) : Reflection
  8. Bianca Evangelina :  Waterfall
  9. Dewa Made Putra Ian Wijaya (Bali) : Svalbard
  10. Wita Sasika Gayatri : Jala

Reborn29 By Syukriah
Tema: Hello Sun Shine
Terispirasi oleh nuansa hutan heterogen, yang kaya akan keberagaman warna warni pepohonan dengan jenis berbeda yang akan kembali tumbuh.musi semi dengan kehangantan sinar matahari menerpa pepohonan memberikan keindahan dan kenyamanan tersendiriketika anugerah tersebut diikmati langsung dalam sebuah kegiatan piknikawal musim semi.
Warna alam dan hijau pepohonan dengan cutting simple dan detail fungsional dengan unsurestetika yang memenuhi kebutuhan pengguna seperti adanya serutan talidan posisi kancing yang berfungsi untuk sizing.

Material yang digunakan Cotton dan bermotif klasik, kotak-kotak yang biasa digunakan pada saat piknik,


Nafil Apim
Tema: Ranting
Koleksi ini terispirasi dari ranting kayu dipantai dengan memilih warna alam di keseluruhan koleksi yaitu coklat muda, warna pasir, putih mutiara dan kayu muda.
Bahan yg digunakan Organza, tile, duches, brokat dan satin, menghadirkan 8 koleksi evening gown membuat kesan eminine dan elegan

Belinda Ameliyah
Tema: Loge Finale
Terispirasi dari bentuk siluet bangunan lama yang biasa disebut dengan LOGE (Bacanya Loji) bangunan ini berada didaerah klojen kota malang. Loge sendiri adalah bangunan yang biasa digunakan menjadi benteng dan dibangun oleh belanda pada masa penjajahan tahun 1767.
Koleksi ini adalah bagian terakhir dari koleksi LOGE yang pertama kali muncl di awal tahun 2017.
Menghadirkan 8 koleksi modest wear berbahan soft jeans kombinasikan woven, terdiri dari celana dan outwearyang snagan wearable di styling dengan detail selendang woven dana Aksesoris kayu menambah kesan etnik.

Mozza by Febyayusta
Tema: Koi No Yokan
Diambil dari bahasa Jepang yang bermakna cinta pada pandangan pertama.
Terispirasi dari kekaguman desainer akan daun-daun kering di musim gugur dan turunya salju pertama di Jepang saat itu.
Material yang digunakan dalam koleksi ini adalah katun linen dan semi wool berwarna cream hingga coklat tua.
Detail aplikasinya mengunakan beads mutiara mewakili bulir salju dan rajutan yang mengibaratkan ranting-rantimg kering berserakan. Selain itu detail yang digunakan adalah Smock menggunakan kain kasa yang mmenggambarkan tumpukan saljhu.

Yunita Kosasih
Tema: Harmonious Chaos
Terispirasi dari karya seniman Peter Gentaar, menghadirkan sebuah koleksi yang menggambarkan adanya suatu keharmonisan didalam ketidak teraturan.
Dengan menggunakna kain lurik dengan warna tanah, koleksi ini menggunakan teknik pleats, drapery dan permainan cutting. Kesan etnik diperkuat dengan hadirnya detail detail handmade beads.

Yon Yulizar
Tema: Frozen Fall/winter 2018
Terispirasi dari musim dingin bersalju dibelahan kutub utara, dengan pengaruh white Gothik yang sangat kental dalam rancangan untuk koleksi Fall/Winter.
18 Gaya rancangan AVANTGARDE dengan tehnik pengerjaan yang sangat apik, dikerjakan dengan proses tangan.
Dengan menggabungkan unsur material, lace, satin, Tulle, dan bahan-bahan pendukung lainya serta aksesoris buatan tangan Yon Yuliar sendiri.

Ali Charisma
Tema: E-Motion


Khanaan
Tema: Padma

Aldre
Tema: Spring Summer 2018, LIMBO: The Last Chapter


Terbuai Ny Phangsanny
Tema: Nyungga Mbuhang humba

Semua para desainer muda nan kreativ ini berfoto diakhir acara


Terima kasih Blogger Crony yang sudah mengundang saya dalam event sebagus ini, selamat buat para desainer muda Indonesia yang sukses menampilkan karya terbaiknya, teruskan semangat agar bisa tunjukan pada dunia kalau kita bisa mampu bersaing di kancah Internasional sekalipun.

Terima kasih ARTA MODE, saya sangat suka corak organdi ini:) 
Ok Guys!! thanks for reading ya,,,

0 comments:

Posting Komentar

Part Of